Selasa, 09 Agustus 2011

Tuk-tuk, ikon kota Trang

Oplet atau orang Trang menyebutnya tuk-tuk adalah moda transportasi tua yang diproduksi sejak tahun 1960-an.  Di Jakarta sulit sekali untuk menemukan kendaraan oplet atau bemo ini. Keadaan fisiknya juga sudah tidak secantik dulu, bahkan bisa dibilang bobrok dan tak laik jalan lagi.

Namun, di Trang sebuah kota kecil dan nyaman di selatan Thailand, tuk-tuk tetap beredar berkeliling kota, bahkan menjadi ikon kota tersebut. Trang adalah ibu kota provinsi yang bernama sama yaitu provinsi Trang dan terletak dekat Laut Andaman.

Tuk-tuk di kota Trang, selatan Thailand

Tuk-tuk di Trang berbeda dengan tuk-tuk Bangkok. Tuk-tuk Bangkok mempunyai setir seperti setang sepeda. Sedangkan tuk-tuk Trang setirnya seperti setir mobil. Bagian kepalanya menyerupai kepala kodok, sehingga orang Trang menyebutnya dengan Tuk-tuk Hua Kop. Hua Kop artinya kepala kodok.

Tuk-tuk Trang diimpor dari Jepang tahun 60-an, dibawa dengan cara menggunakan kereta api. Oh ya, Trang adalah salah satu kota perdagangan yang sibuk terutama di masa itu, sehingga memiliki stasiun kereta api yang bisa dicapai dari Penang, Malaysia.

Awal mula kenapa orang Trang mengimpor tuk-tuk adalah karena tuk-tuk tepat menjadi transportasi di wilayah perbukitan. Bahkan penduduk desa menyebutnya 'khuan' yang bermakna 'bukit'.

Tuk-tuk mulai beroperasi sejak dini hari, mengantar pedagang dan pembeli ke pasar, buruh perkebunan dan pengolahan karet, anak sekolah hingga orang kantoran. Ongkos jarak dekat 20 Baht setara 6 ribu rupiah. Kecepatannya sedang, yaitu maksimal 60 km/jam. Tuk-tuk saat ini hanya boleh membawa penumpang 5 orang. Satu di depan, empat di belakang. Sayang, saya tak sempat untuk mencoba naik tuk-tuk ketika berkunjung ke Trang, bulan Juni dan Juli 2011 yang lalu.

Tuk-tuk saat ini tidak sekedar hanya moda transportasi. Kini, sebuah agensi perjalanan membuat paket wisata sejarah keliling kota Trang dengan biaya mulai 200 Baht hingga 600 Baht atau 60 ribu - 180 ribu. Lama tur mulai 1 jam - 4 jam. Cukup menarik dan perlu dicoba, jika suatu hari anda berkunjung ke Trang. Saya pun berjanji, kalau kembali ke Trang saya mau mencoba paket tur ini.





Note :
Tertarik untuk berbisnis online, berpenghasilan 4-7 juta sebulan, dan jalan-jalan keluar negeri gratis? Gampang caranya. Add saja akun FB saya yang ada di sebelah kanan atau kiri artikel ini.  

Kalau sudah jadi friend saya di FB, nanti saya undang ke pertemuan bisnis kami. Kasih pesan ke inbox FB, minta diundang ke pertemuan tersebut. Saya gak mau ngundang orang sembarangan, pertama, nanti dianggap spam, kedua, kita juga gak kepengen kan diundang untuk satu kegiatan yang kita gak kepengen ikut. 


Tenang, kalau cuma hadir di pertemuan bisnis, gak perlu bayar. Pertemuannya juga online, lewat Facebook. Jadi gak perlu keluar rumah, kalau lagi di luar rumah, gak perlu batalin janji. Kan bisa lewat handphone. Asyik, kan. Yuk, gabung yuk.

Mengenang Jakarta yang (dulunya) hijau

Jaman saya masih SD, Jakarta adalah kota yang masih hijau. Monas yang terletak dekat rumah saya, masih bisa dikatakan hutan. Pohon besar dan rindang dengan rumput yang hijau membentang. Tak ada pagar di sekeliling taman Monas. Siapa saja bisa duduk menikmati hijaunya dedaunan dan berisitirahat sehabis kerja atau sekedar transit sebelum melanjutkan perjalanan.

Pohon-pohon baru di bundaran HI depan Grand Indonesia

Pohon-pohon besar di sepanjang jalur Sudirman dan Thamrin juga berdiri dengan gagah, sehingga sejuk sekali berkendara di sana. Tetapi perluasan jalan ditambah lagi dengan adanya jalur Transjakarta, membuat pohon-pohon besar tersebut harus mengalah dan ditebang.

Tanah-tanah lapang yang dulu hanya semak belukar dan sejumlah pohon juga ditebang untuk dibangun sejumlah mall, ruko dan perkantoran. Saya dulu suka bermain di tanah lapang dekat Duta Merlin - Harmoni yang sekarang menjadi Carrefour. Demikian juga dengan tanah lapang di perempatan Cempaka Putih - Sunter yang kini menjadi pusat perbelanjaan Cempaka Mas.

Pohon-pohon baru memang ditanam, tetapi berapa lama mereka akan mampu menggantikan pohon yang telah ada. Jumlah pohon yang ditanam juga tidak sama dengan jumlah pohon yang telah ditebang. Kota Jakarta semakin panas. Kendaraan dan rumah tangga penyumbang panas semakin bertambah, sedangkan peredam panas semakin dikurangi bahkan dengan sengaja. Tidak hanya oleh Pemda DKI, tetapi juga oleh masyarakat sendiri.

Banyak orang yang menebang pohon di sekitar rumahnya karena ingin memperluas rumah atau merasa tidak nyaman karena rumahnya menjadi 'dingin' karena dekat pohon atau khawatir akan tertimpa pohon jika ada angin ribut. Padahal hawa 'dingin' tersebut karena pengaruh oksigen di siang hari, yang sebenarnya justru bagus. Sedangkan kekhawatiran tertimpa pohon bisa dimengerti, tetapi jika pohon tersebut disirami atau bahkan diberi pupuk, akar pohon tersebut kuat dan akan melindungi rumah-rumah disekelilingnya dari terpaan angin.

Hal ini sungguh berbeda dengan Malaysia. Mereka melindungi pohon apalagi jika pohon tersebut adalah pohon yang telah berusia tua. Kita bisa perhatikan hal ini berlaku tidak saja di Kuala Lumpur bahkan di Melaka pun demikian.


Salah satu pohon tua di Melaka
I hope that Jakarta people and its adminitrative office have the awareness, how important trees for our world and environment.



Minggu, 07 Agustus 2011

Kemacetan di Jakarta

Kemacetan di Jakarta  merupakan satu hal yang biasa. Kendaraan  penduduk lokal, kendaraan para komuter dan kendaraan umum ditambah lagi dengan makin bertambahnya pengendara sepeda motor adalah aktor utama kemacetan tersebut.

Komuter adalah orang yang rutin pergi ke suatu tempat setiap hari. Komuter di Jakarta berasal dari kota-kota satelit di sekitarnya seperti Depok, Bogor, Tangerang, BSD dan Bekasi dan kota-kota yang lebih kecil di sekitarnya.



Bundaran Bank Indonesia, Monas

Namun, akhir-akhir ini kemacetan semakin menggila dan membuat stres banyak orang. Saya sendiri pun akhir-akhir ini merasakan hal yang sama.  Baru keluar dari rumah, macet sudah menghadang. Rumah saya ada di daerah Jakarta Barat, dan saya sedikit beruntung karena saya bukan orang yang rutin pergi bekerja, karena saya bekerja freelance.

Penyebab kemacetan

1. Jalan-jalan di Jakarta bertambah secara lambat, tidak signifikan dengan pertambahan kendaraan bermotor. Pertambahan jalan melambat, bisa dimengerti karena tanah merupakan komoditas langka di Jakarta. Setiap petak tanah kosong dimanfaatkan oleh orang. Sehingga apartemen dan perumahan yang menawarkan taman atau ruang hijau harganya mahal.

2. Penduduk Jakarta bertambah secara konstan setiap tahun. Pemda DKI memberikan perhatian khusus di terminal-terminal bis dan kereta api setiap pasca lebaran karena banyaknya pembantu atau pekerja sektor informal yang membawa serta kerabatnya untuk bekerja di Jakarta.

3. Namun, ada sektor lain yang turut menyumbang penambahan jumlah penduduk dan sering terlupakan. Yaitu mahasiswa baru dan sektor kerja perkantoran. Meski jumlah mereka tidak sebanyak pekerja informal, tetapi banyak mahasiswa daerah yang kemudian memilih bekerja di Jakarta daripada kembali ke daerahnya. Banyak karyawan yang setelah merasa settle dan nyaman di Jakarta tidak ingin kembali ke daerahnya. Alhasil, terjadi penumpukan jumlah penduduk dan kendaraan di Jakarta.

4. Tidak disiplinnya pengguna jalan di Jakarta. Menghindari macet dan banyaknya urusan membuat pengguna jalan semakin  sering melanggar peraturan lalu lintas. Saling serobot, menutupi dan menggunakan jalur orang membuat macet makin bertambah, bahkan di daerah-daerah yang seharusnya macet tidak perlu terjadi. Misalnya di perempatan lampu merah dan kereta api. Ditambah, jika lampu lalu lintas mati dan tidak ada polisi dan "pak ogah" di jalan untuk mengatur lalu lintas.

ALternatif Solusi Kemacetan

Pemda DKI dan beberapa ahli tata kota tentu berupaya memecahkan masalah kemacetan. Namun, jika tidak dilaksanakan secara komprehensif dan dengan penuh kesadaran, hal ini tidak bisa terlaksana sampai kapanpun. Masyarakat pun perlu dilibatkan, karena merekalah stakeholder kemacetan. Mereka menyumbang kemacetan dan pihak yang merasakan kemacetan.

1. Pembatasan kedatangan orang

Pemda DKI selalu melakukannya setiap tahun dengan razia di terminal bis dan stasiun kereta api setiap pasca lebaran. Bahkan beberapa tahun lalu pernah membuat peraturan pelarangan penduduk dari provinsi lain untuk memasuki wilayah DKI tanpa izin resmi.

Hal ini sulit dilakukan, pertama tidak sesuai dengan hak asasi manusia, "setiap orang berhak untuk tinggal dan bekerja di manapun." Kedua, laron selalu mengerumuni cahaya. Jakarta merupakan cahaya yang menyedot perhatian laron. Tidak peduli seberapa banyak laron yang berguguran setelah mendekati cahaya lampu. Tidak peduli seberapa banyak orang yang gagal di Jakarta, Jakarta tetap menjadi magnit mencari uang bagi banyak orang dari provinsi lain.

2. Pembatasan kendaraan

Hal inipun sulit dilaksanakan. Transportasi umum di Jakarta  apalagi di Indonesia belum bisa diandalkan. Tidak tepat waktu, suka ngetem hingga keamanan dan kenyamanan membuat orang enggan menggunakan kendaraan umum untuk bepergian. Macet membuat orang memilih motor yang lebih fleksibel menembus kemacetan Jakarta.

Usulan penggunaan kendaraan nomor ganjil dan genap pada hari-hari tertentu belum apa-apa sudah ditentang banyak orang. Yang akan diuntungkan adalah orang kaya, karena mereka punya kendaraan lebih dari satu dan pasti akan mampu mengusahakan nomor kendaraan genap dan ganjil. Sedangkan orang yang tidak mampu mengusahakan nomor kendaraan harus berjuang di transportasi umum.

Pembatasan kendaraan juga akan ditentang oleh perusahaan otomotif baik mobil dan motor. Tingkat penjualan mereka akan menurun dan ini akan berpengaruh pada jumlah karyawan mereka yang berjumlah ribuan orang. Pembatasan kendaraan akan menghasilkan 'efek domino' pada masalah sosial lainnya.

3. Busway

Busway direncanakan untuk menjadi transportasi umum di Jakarta yang cepat, aman dan nyaman. Sejumlah perturan dibuat, misalnya Busway mempunyai hak privilege (keistimewaan) boleh melaju di saat lampu merah. Hal  ini kemudian ditentang, karena jalan merupakan hak umum. Hak istimewa bagi Busway saat ini hanyalah mempunyai jalur sendiri.

Penutup

Sejak dulu, saya tidak setuju dengan ide pengadaan Busway. Alasan utamanya adalah karena Busway mengambil jalan yang ada untuk jalurnya sendiri. Dengan jalan yang tersedia saat itu saja, jalan-jalan yang dilalui sudah macet, apalagi jika diambil untuk jalur Busway. Akhirnya setelah beberapa tahun dijalankan, asumsi saya benar : Jalur Busway sering digunakan oleh pengguna jalan yang lain untuk menghindari macet di jalur jalan yang tersisa. Meski polisi dan pengawas dari pihak Busway menjaga jalur tersebut ditambah lagi dengan menggunakan sejumlah palang, suatu hari mereka akan menyerah pada pengguna jalan yang akan lebih 'berkuasa' dan 'galak' dibanding mereka.

Saya lebih setuju dengan ide monorel, karena monorel menciptakan jalan baru. Sayangnya, krisis moneter di tahun 1997 masih berdampak hingga saat ini.

Masalah kemacetan tidak akan tuntas sampai sepuluh tahun ke depan. Tetapi jangan putus haraan. Kita harus tetap mencari solusi demi Jakarta.

Kamis, 31 Maret 2011

Mengajar anak berpikir abstrak

Puzzle kayu jati
Cara berpikir abstrak sudah menjadi istilah sehari-hari akhir ini. Hidup yang makin kompleks membutuhkan pola berpikir yang berbeda dengan masa orang tua kita dahulu. Bagaimana kita mempersiapkan anak kita agar berpikir abstrak? Ini ada beberapa caranya :

1. Bertanya
Pertanyaan apa? mengapa? Bagaimana? mendorong anak untuk berpikir dan mendorongnya menggambarkan ciri-ciri dari obyek matematika seperti berbagai macam bentuk.
Dorong anak untuk rajin bertanya tentang apa saja. Dan jawablah dengan bersungguh-sungguh. 

2. Berhitung
Hitung jumlah anak tangga yang dilalui bila naik ke atas melalui tangga. Hitung piring yang ada di meja waktu makan. Hitung jumlah buah yang dimakan. 
Pokoknya, ajarkan anak menghitung apa saja yang dilihat dan dipegangnya.

3. Rambu jalan dan peta
Jelaskan sejak awal mengenai tanda atau rambu lalu lintas yang terlihat di jalan setiap kali kita bepergian dengan si kecil. Untuk anak yang sudah besar, mintalah ia membuat denah atau peta kamarnya dengan petunjuknya. Atau buatlah peta buta di mana anda menyembunyikan "harta karun", lantas minta anak mencari di mana "harta karun" tersebut. 

4. Bermain bentuk
Latih anak dengan permainan balok atau benda lain yang memiliki aneka bentuk. Misalnya segitiga, lingkaran, persegi panjang dan sebagainya. Minta ia untuk menyusun balok berbagai bentuk menjadi bangunan yang berbeda-beda. kegiatan ini juga akan mengembangkan konsep matematika anak.

5. Pengelompokkan
Pilih dan kelompokkan semua jenis barang. Tekankan bahwa orang menciptakan aneka kategori untuk alasan memudahkan penyortiran. Ketika membereskan mainkan, kumpulkan balok dengan bentuk yang sama, jadikan satu kelompok.

6. Pecahkan masalah
Lewat permainan balok, tanpa sadar anak sekaligus belajar memecahkan masalah. Misalnya bangunan atau bentuk yang sudah ada, dirombak lalu disusun lagi. Hal ini merupakan tahap dasar untuk mengajarkan konsep abstrak, sekaligus membantu mengembangkan kegunaan ilmu hitung.
Untuk anak yang sudah besar dan terbiasa dnegan permainan balok, mainan yang tepat adalah puzzle kayu jati yanga da di blog ini. Anak diminta mengingat bentuk yang sudah ada, lalu dibongkar kemudian disusun kembali menjadi bangun semula.

7. Diskusi
Diskusi membuat si kecil bersemangat mengutarakan pendapat  dengan pikirannya sendiri. Juga mendorongnya belajar mengenai konsep abstrak. Hal ini membantu anak belajar mengemukakan ide, mengontrol atau menjalankan simbol yang abstrak tetapi mempunyai arti. Mintalah padanya untuk kembali mengingat apa yang telah dilakukan hari ini dan apa rencana yang akan dilakukan besok.

Selamat belajar!!!

Sumber : Suplemen Tabloid Nova, 4 September 2005

Jumat, 25 Maret 2011

Tas dari India - 2

Selain tas motif polos, ada juga tas dengan motif yang India banget. Rame dan lengkap dengan payet-payetnya. Cocok banget buat yang mau bergaya agak hippies dan nyantai. :)

Harga Rp 75.000/pc termasuk ongkos kirim wilayah Jabodetabek. Ada restleting dan di dalam ada kantong tanpa restleting. Berminat? Hubungi Pipit 0858 1430 8338.

Kode TIP-1

Kode TIP-2

Kode TIP-3

Kode TIG

Tas dari India

Waktu ke India bulan Oktober lalu, saya juga bawa tas selempang. Tasnya unik, bahannya juga nyaman dipakai. Kalau model sekilas mirip tas dari Bali, tapi kainnya khas India. Oh ya, di bagian tali selempangnya ada kantong untuk menaruh HP. Tas di restleting, dan di dalamnya ada kantong tanpa restleting. Sedangkan kantong di luar ada restletingnya. Jadi ada tiga kantong.

Harga Rp 75.000/pc, sudah termasuk ongkos kirim untuk wilayah Jabodetabek. Oh ya, masing-masing hanya tersedia satu pc saja. Jika berminat hubungi Pipit 0848 1430 8338.

Kode TIH

Kode TIC

Kode TIB

Kode TIU

Sabtu, 26 Februari 2011

Perolehan dan keluaran air




Pasti kita tahu yah kalau air masuk ke dalam tubuh salah satunya dengan cara kita minum. Tapi sebenarnya makan, makanan yang mengandung cairan itupun bisa dikategorikan memasukkan cairan, misalnya makan sup. 

Proses perolehan air dalam tubuh dapat terjadi secara disadari yaitu dengan makan dan minum, seperti yang telah disebutkan di atas. Sedangkan yang tidak disadari adalah hasil metabolisme tubuh. 

Sedangkan proses kehilangan air dapat terjadi secara disadari yaitu melalui proses keluarnya urin (BAK) dan keluarnya feses(BAB). Nah kalau tidak disadari yaitu melalui nafas dan ketika kita berkeringat. Nah terjawab deh pertanyaan kita  gak ngapa-ngapain tapi kok haus yah, padahal cuaca sejuk lho. 
Karena itu jangan lupa untuk menjaga asupan cairan kita, terutama jika kita berada di cuaca panas. Karena diam aja sudah bikin kita kehilangan cairan, he he he.