ASAL USUL NAMA TEMPAT / DAERAH DI JAKARTA
Jakarta merupakan Ibu Kota yang punya banyak cerita, legenda.
Salah satu nya tentang sejarah dari beberapa nama2 daerah berikut ini :
1. Glodok
Asalnya dari kata grojok yang merupakan sebutan dari bunyi air yang jatuh dari pancuran air. Di tempat itu dahulu kala ada semacam waduk penampungan air dari kali Ciliwung. Orang Tionghoa dan keturunan Tionghoa menyebut grojok sebagai glodok karena orang Tionghoa sulit mengucap kata grojok seperti layaknya orang pribumi.
2. Kwitang
Dulu di wilayah tersebut sebagian tanah dikuasai dan dimiliki oleh tuan tanah yang sangat kaya raya sekali bernama Kwik Tang Kiam. Orang Betawi jaman dulu menyebut daerah itu sebagai kampung si Kwitang dan akhirnya lama-lama tempat tersebut dinamai Kwitang.
3. Senayan
Dulu daerah Senayan adalah milik seseorang yang bernama Wangsanaya yang berasal dari Bali. Tanah tersebut disebut orang2 dengan sebutan Wangsanayan yang berarti tanah tempat tinggal atau tanah milik Wangsanayan. Lambat laun akhirnya orang menyingkat nama Wangsanayan menjadi Senayan.
4. Menteng
Daerah Menteng Jakarta Pusat pada zaman dahulu merupakan hutan yang banyak pohon buah-buahan a.l. pohon buah menteng. Orang menyebut wilayah tersebut dengan nama Kampung Menteng. Pada tahun 1912 dibeli pemerintah Hindia Belanda utk lokasi perumahan pegawai pemerintah Hindia Belanda, maka daerah itu disebut Menteng.
5. Karet Tengsin
Nama daerah yang kini termasuk kawasan segitiga emas kuningan ini berasal dari nama orang Cina yang kaya raya dan baik hati. Orang itu bernama Tan Teng Sien. Karena baik hati dan selalu memberi bantuan kepada orang-orang sekitar kampung, maka Teng Sien cepat dikenal oleh masyarakat sekitar dan selalu menyebut daerah itu sebagai daerah Teng Sien. Pada saat itu dilokasi tsb banyak pohon karet, maka daerah itu dikenal dengan nama Karet Tengsin.
6. Kebayoran
Kebayoran berasal dari kata kebayuran, yang artinya “tempat penimbunan kayu bayur”. Kayu bayur sangat baik untuk dijadikan kayu bangunan karena kekuatannya serta tahan terhadap rayap.
7. Lebak Bulus
Daerah yang terkenal dengan stadion dan terminalnya diambil dari kata “lebak” yang artinya lembah dan “bulus” yang berarti kura-kura. Jadi lebak bulus dapat disamakan dengan lembah kura-kura. Kawasan ini memang kontur tanahnya tidak rata seperti lembah dan di kali Grogol dan kali Pesanggrahan- dua kali yang mengalir di daerah tersebut-memang terdapat banyak sekali kura-kura alias bulus.
8. Kebagusan
Nama kebagusan, daerah yang menjadi tempat hunian mantan presiden Megawati, berasal dari nama seorang gadis jelita, Tubagus Letak Lenang. Konon, kecantikan gadis yg keturunan Kesultanan Banten ini membuat banyak pemuda ingin meminangnya.
Agar tidak mengecewakan hati pemuda2 itu, ia akhirnya memilih bunuh diri. Sampai sekarang makam itu masih ada dan dikenal dengan nama Ibu Bagus.
9. Ragunan
Berasal dari Wiraguna, yaitu gelar yang di sandang tuan tanah pertama kawasan tersebut bernama Hendrik Lucaasz Cardeel, yg diperolehnya dari Sultan Banten Abunasar Abdul Qahar, putra Sultan Ageng Tirtayasa.
10. Pasar Rumput
Dulu, tempat ini merupakan tempat berkumpulnya para pedagang pribumi yang menjual rumput. Para pedagang rumput terpaksa mangkal di lokasi ini karena mereka tidak diperbolehkan masuk ke pemukiman elit Menteng. Saat itu, sado adalah sarana transportasi bagi orang-orang kaya sehingga hampir sebagian besar penduduk Menteng memelihara kuda.
11. Paal Meriam
Asal usul nama daerah yang berada di perempatan Matraman dengan Jatinegara ini berasal dari suatu peristiwa sejarah yang terjadi sekitar tahun 1813. Pada waktu itu pasukan artileri meriam Inggris yang akan menyerang Batavia, mengambil daerah itu untuk meletakan meriam yang sudah siap ditembakan. Peristiwa tersebut sangat mengesankan bagi masyarakat sekitar dan menyebut nama daerah ini paal meriam (tempat meriam disiapkan).
12. Cawang
Dulu, ketika belanda berkuasa, ada seorang letnan Melayu yang mengabdi pada kompeni, bernama Ence Awang. Letnan ini bersama anak buahnya bermukim di kawasan yang tak jauh dari Jatinegara. Lama kelamaan sebutan Ence Awang berubah menjadi Cawang.
13. Pondok Gede
Sekitar Tahun1775, Lokasi ini merupakan lahan pertanian dan peternakan yang disebut dengan Onderneming. Di sana terdapat sebuah rumah yang sangat besar milik tuan tanah yang bernama Johannes Hoojiman. Karena merupakan satu-satunya bangunan besar yang ada di lokasi tersebut, bangunan itu sangat terkenal. Masyarakat pribumi pun menjulukinya “Pondok Gede”
14. Condet Batu Ampar dan Balekambang
Pada jaman dahulu ada sepasang suami istri, namanya Pangeran Geger dan Nyai Polong, memiliki beberapa orang anak. Salah satu anaknya, perempuan, diberi nama Siti Maemunah, terkenal sangat cantik. Pangeran Astawana, anak pangeran Tenggara atau Tonggara asal Makassar pun tertarik melamarnya. Siti Maemunah meminta dibangunkan sebuah rumah dan tempat peristirahatan diatas empang, dekat kali Ciliwung yang harus selesai dalam satu malam. Permintaan itu disanggupi dan menurut legenda, esok harinya sudah tersedia rumah dan sebuah bale di sebuah empang di pinggir kali Ciliwung. Untuk menghubungkan rumah itu dengan kediaman keluarga pangeran Tenggara, dibuat jalan yang diampari (dilapisi) Batu. Demikian menurut cerita, tempat yang dilalui jalan yang diampari batu itu selanjutnya disebut batu ampar, dan bale (balai) peristirahatan yang seolah-olah mengambang diatas air itu disebut Balekambang.
15. Buncit
dulunya di jalan buncit raya sekarang ada pedagang kelontong China berperut gendut (Buncit) yang terkenal.
16. Bangka
dulunya di sana banyak ditemukan mayat (bangke/bangkai) orang yang dibuang di kali krukut.
17. Cilandak
Konon di sana pernah ditemukan seekor landak raksasa
18. Tegal Parang
Konon dulu disana banyak di temukan alang-alang tinggi (tegalan) yang di potong dengan parang (golok).
19. Blok A/M/S
dulunya sekitar situ tempat pembukaan perumahan baru yang ditandai dgn blok, mulai A-S. Sayang yang tersisa tinggal 3 blok saja.
20. Kampung Ambon
Berlokasi di Rawamangun, Jakarta Timur, nama Kampung Ambon sudah ada sejak tahun 1619. Pada waktu itu JP Coen, Gubernur Jenderal VOC menghadapi persaingan dagang dengan Inggris. Untuk memperkuat angkatan perang VOC, Coen pergi ke Ambon dan merekrut masyarakat Ambon untuk dijadikan tentara. Pasukan dari Ambon yang dibawa Coen itu kemudian diberikan pemukiman di daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Sejak itulah pemukiman tersebut dinamakan Kampung Ambon.
Sumber : http://kamarloteng.blogspot.co.id/2011/01/asal-mula-nama-tempat-di-jakarta-kaskus.html
Sabtu, 16 September 2017
Kamis, 11 Agustus 2016
Obat peluruh batu urine
Sejak hari Senin kemarin (8/8/2016) saya merasa sakit ketika buang air kecil. Ketika periksa ke dokter, saya harus cek urine dulu agar dokter dapat memberikan obat yang tepat. Ternyata sedimen lekosit saya cukup tinggi.10-15, sedangkan batas normal adalah 0-3, atau 5 x dari batas normal. Dalam bahasa orang awam, ada pasir di kandung kemih saya. Ini yang bikin pipis menjadi tidak lancar dan terasa nyeri. Aduuuh, pasir saja sudah bikin sakit apalagi kalau sudah jadi batu ya.
Salah satu obat yang diberikan dokter adalah Nephrolit. Obat ini membantu meluruhkan batu urin di saluran kemih serta membantu melancarkan buang air kecil. Saya dilarang minum kopi, teh dan suplemen energi. Harus dan wajib minum air putih sebanyak2nya. Makin sering pipis, makin bagus, karena pasir yg luruh akan cepat keluar dari kandung kemih.Obat lainnya adalah Amoxicilin dan Asam Mefenamat.
Alhamdulillah, setelah minum obat-obatan ini nyeri saat buang air berkurang, air pipis lancar dan keluar banyak. Kemarin2 buang air kecil berulang-ulang, sedikit yg keluar, dan nyeri sekali.
Wish me luck!
Saya langsung teringat kalau pada bulan September 2015 lalu, saya juga mengalami hal yang sama yaitu sulit pipis karena banyaknya kadar lekosit dalam urine saya. Tapi saat itu dokter tidak menjelaskan terlalu banyak dan pantangan ini dan itu. Mungkin karena saat itu fokus utamanya adalah menghilangkang penyakit tipes saya, yang membuat saya harus dirawat selama 5 hari di rumah sakit. Wah, artinya dalam waktu satu tahun, pasir dalam urine saya sudah terbentuk lagi. Ini berarti, saya harus semakin berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan dan minuman karena sudah punya kecenderungan pembentukan pasir dalam kandung kemih saya.
Kamis, 14 Juli 2016
Labu air menggerus penyakit pancaroba
Musim pancaroba membawa sejumlah penyakit musiman: badan meriang (panas dingin), batuk-batuk kering dan hatsi-hatsi. Kegiatan ini cukup mengganggu kegiatan sehari-hari.
Menjelang musim pancaroba seperti ini saya biasanya mengintensifkan minum vitamin C, minum jamu kencur pada si mbak jamu yang keliling kampung (jamu kencurnya saja ya, bukan jamu beras kencur), minum Adem Sari, minum Tolak Angin cair atau minum air perasan jeruk nipis dicampur air hangat dan madu. Jika sudah terkena penyakit pancaroba ini dan minum suplemen di atas, biasanya saya akan sembuh dalam beberapa hari ke depan.
Beberapa waktu lalu, ada teman yang menyarankan saya untuk minum air parutan labu air dan madu. Katanya lebih joss. Dan saya mencobanya. Pulang mengajar sore saya langsung mampir ke pasar tumpah Pesing. Ada yang jual labu air, satunya Rp 6.000,-. Pulangnya setelah makan malam saya makan buah pepaya dan menyingkirkan buah labu air tersebut. Toh pepaya juga punya khasiat mendinginkan tubuh. Tapi malam harinya saya tidak bisa tidur karena terbatuk-batuk, dada sakit sekali. Jadi ngantuk-ngantuk dan lelah karena batuk pun saya bangun dan memotong buah labu air tersebut seukuran 10 cm. Sisanya saya dirikan di piring, supaya tidak terganggu serangga.
![]() |
| Labu air dan madu sachet |
Labu air saya kupas lalu saya parut dan saring. Dapat setengah gelas. Madu botol di rumah sedang habis, jadi saya aduk-aduk tempat stok makanan. Alhamdulillah, masih punya stok madu dalam sachet. Saya buka dan campurkan dengan air parutan labu air tadi dan diaduk-aduk lalu langsung minum. Beberapa menit kemudian saya berbaring lagi dan tertidur. Nyenyak betul. Dada (daerah bronkhea) tidak terasa panas lagi, adem, dan tidak batuk-batuk lagi. Alhamdulillah.
Besok paginya, saya mau memarut lagi, tapi tidak sempat, karena hari Kamis saya mengajar jam 8 pagi, tidak ada waktu lagi. Sepagian saya masih batuk tapi sudah berkurang daripada hari sebelumnya. Pulang mengajar di siang hari, saya memarut labu air sisa kemarin dan melakukan ritual yang sama. Alhamdulillah, dada dan daerah bronkhea makin adem dan tidak gatal lagi. Tapi nafas masih panas sebagaimana layaknya orang demam. Jadi saya perbanyak minum air putih dan saya kompres bagian muka khususnya hidung dengan saputangan yang sudah dibasahi air. Malamnya saya ke dokter untuk mengurusi pergelangan tangan kanan yang bengkak berbulan-bulan dan pulangnya cukup malam, jadi tidak sempat memarut lagi. Tapi dada sudah lebih adem. Pagi ini saya mau habiskan sisa labu air segar tadi, supaya penyakitnya pergi tuntas tas tas.
Semoga bermanfaat.
Kamis, 07 Januari 2016
Bergaji dollar siapa takut, siapa yang tidak mau
Satu cita-cita saya yang sudah kesampaian adalah bergaji dollar dan kerja di luar negeri. Saya menjadi pemantau pemilu internasional sejak tahun 2009 hingga terakhir tahun 2014 kemarin. Gajinya kebanyakan dalam bentuk dollar. Paling asyik kalau memantaunya di daerah konflik, karena gajinya gede, tapi resikonya juga gede.
![]() |
| Foto milik www.saibumi.com |
Berhubung sekarang sedang menyelesaikan studi di S2 yang cukup menyita waktu dan energi, maka tawaran menjadi pemantau pemilu di luar negeri saya sisihkan dulu. Pilih uang atau pilih selesaikan kuliah. Toh, kalau sudah selesai kuliah, nanti kerjanya bisa lebih enak lagi dan gajinya bisa lebih besar lagi.
Sekarang ini saya sedang menulis tesis, dan ada rindu juga ya untuk menerima gaji dollar. Untunglah ada Talk Fusion yang memberikan saya uang dollar tanpa saya harus pergi dari rumah saya.
Ini link videonya: Talk Fusion.
Teknologi kan berkembang sangat pesat. Sehingga kita harus mengikutinya. Dan saat ini adalah musimnya video. Apa saja bisa di-video-kan, mulai dari pengajaran, rapat hingga jualan online.
Kalau kita menggunakan facebook dan WA misalnya, yang berarti kita mempromosikan keduanya kita tidak mendapat bayaran, tapi membuat si pemiliknya makin kaya. Nah, kalau dengan Talk Fusion, kita menggunakan dan mempromosikannya, dan kita dibayar, dalam dollar pula.
Wah MLM dong. Iya, tapi MLM gak berdosa kok. Karena semua penjualan di dunia ini adalah sebenarnya penjualan berjenjang. Bedanya dalam MLM, kita adalah sekaligus toko dan end usernya. Dan yang saya tawarkan di sini adalah teknologi yang palng canggih di saat ini yaitu video.
Sudah gak jaman promosi ke orang-orang dengan mendatangi satu persatu. Dan juga orang sekarang lebih suka melihat video daripada melihat foto2.
Apakah mencari partner usaha kita sulit? Yah tergantung. Kita cuma butuh dua orang saja kok yang butuh berpenghasilan dollar. Gede pula. Bayangkan mendapatkan uang 10.000 USD bisa dalam waktu sebulan bahkan seminggu. Kalau kerja kantoran biasa, berapa lama kita harus bekerja untuk mendapatkan uang tersebut.
Kalau gak bisa ngomong atau mempresentasikannya bagaimana? Gampang. Kalau anda bergabung dengan saya, kita punya tim yang akan mewakili anda untuk bicara di depan teman anda atau prospek anda. Atau seperti saya ini, mempromosikan video saya di Talk Fusion. Video tersebut sudah bercerita tentang bisnis saya ini. Nanti orang yang tertarik dapat mengirim pesan ke saya langsung karena sudah disediakan formnya.
YUk, mau bergaji dollar sekarang atau keduluan orang lain.... Pilihan di tangan anda.
Selasa, 29 Desember 2015
Apa yang sudah saya lakukan dan dapatkan di tahun 2015?
Tahun 2015 ternyata tahun yang biasa saja buat saya, tidak terlalu istimewa meski ada beberapa progress.
Akademis
Tahun 2015 diawali dengan kuliah yang super padat. Ngos-ngosan dengan sekian critical review dan makalah untuk setiap mata kuliah yang diambil. Tapi saya menikmati kesibukan tersebut. Semester berikutnya, kuliah saya cuma dua yaitu LPIP dan Reading Course. Berarti ada banyak waktu luang, namun ternyata waktu saya sangat tersita untuk dua mata kuliah ini. Karena kedua mata kuliah ini menuntut banyak baca dan analisis. So, anytime anywhere saya harus membaca dan merangkum sejumlah bahan bacaan. Kuliah RC adalah membaca sejumlah buku terkait dengan calon tesis kita. Saya memilih "Power Interplay kelompok-kelompok kepentingan dalam rekrutmen kandidat distrik pada pemilu parlemen Jerman (Bundestag): Studi Kasus partai CDU di Berlin."
| Sebagian buku-buku yang harus baca untuk Reading Course saya |
Keren kedengarannya, tapi mabok cari referensinya. Harus cari buku tentang kelompok kepentingan Jerman, buku tentang rekrutmen kandidat, dan sistem pemilu Jerman. Studi tentang rekrutmen kandidat merupakan hal baru di Indonesia, karena itu belum banyak atau bahkan belum ada yang menulisnya. Sehingga buku referensi saya untuk Reading Course semuanya berbahasa Inggris. Mantap sekaligus mabok, ha ha ha. Dan meski ini adalah konsekuensi dari pilihan saya ternyata saya stres juga menghadapinya. Sehingga saya jatuh sakit. Saya belum tau nilai LPIP saya karena kemungkinan baru akan diberikan oleh dosen tanggal 4 Januari, bisa juga mundur. Dan RC saya belum juga selesai, karena saya belum mendapatkan point of view atas tulisan saya tersebut. Jadi, libur semester ini akan saya gunakan untuk mengejar ketertinggalan saya beberapa bulan terakhir ini.
Target saya di bidang akademis di tahun 2016 ini adalah sidang proposal tesis di bulan Februari 2016, sidang tesis di bulan Juli-Agustus 2016 dan wisuda di akhir bulan Agustus 2016. Aamiin YRA. Gak mau lama-lama, karena saya ingin segera lulus dan bekerja di lembaga internasional.
Bahasa Baru
Untuk tujuan itu juga, saya ambil kursus bahasa Arab selama tiga bulan di awal tahun 2015, lalu menghentikannya dulu karena kepadatan kuliah dan berjanji akan melanjutkannya setelah waktunya luang. Padahal pelajaran bahasa Arab di tempat kursus tersebut berlangsung selama 12 bulan. Jadi dalam waktu setahun belajar di sana, saya tidak hanya mampu menguasai bahasa Arab tapi juga bisa menjadi pengajar bahasa Arab. Wah, keren banget kan. Sayangnya, saya tidak mampu. Pagi belajar bahasa Arab, siangnya saya harus kuliah dan membuat banyak tugas yang berarti harus banyak membaca buku perpolitikan dan tidak sempat mengulang pelajaran bahasa Arab apalagi mencari sumber pelajaran yang baru.
Semester berikutnya ternyata saya belajar bahasa Perancis, karena peluang kerja sebagai pemantau pemilu di negara-negara berbahasa Perancis lebih terbuka daripada di negara-negara berbahasa Arab. Seorang teman dari Afrika yang bekerja di UN menawarkan saya pekerjaan memantau pemilu di Burundi, tetapi berhubung saya tidak menguasai bahasa Perancis maka tawaran tersebut melayang. Ya, tidak apa-apa, toh kuliah saya masih padat. Tapi ini menjadi sumber pengharapan buat saya dan memicu saya untuk belajar bahasa baru dan menyelesaikan kuliah saya.
Kesehatan
I am staying in the hospital due to typhoid. This is is the first time in my life I stayed in the hospital. It took 5 days to cure the virus but I need 3 months to be in my usual health and strength.
Berdasarkan diagnosa dokter, saya terkena tipus dan radang akibat dehidrasi. Ini pertama kali saya dirawat di rumah sakit karena sakit. Tahun 1993, saya pernah dirawat di rumah sakit karena kecelakaan ditabrak mobil di depan kampus IKIP.
![]() |
| Dikunjungi beberapa teman ketika di rumah sakit. |
Saya pilihnya RS Sari Asih Cileduk karena dekat dengan keluarga yang tinggalnya di sekitaran Cileduk. Saya sih tidak minta ditunggu, karena toh penyakit saya cuma demam, bukan yang parah sampai harus dibantu ini itu. Tapi paling tidak, kalau saya ada perlu, keluarga saya mudah datang. Sejumlah teman yang berlokasi di Cileduk datang mengunjungi. ALhamdulillah dan terima kasih.
Dirawatnya cuma 5 hari, tapi pemulihannya sampai pada kondisi semula butuh waktu 3 bulan. Sepulang dari rumah sakit beberapa penyakit muncul yang bikin saya harus bedrest selama itu. Mulai dari sakit maag, anemia, darah rendah yang drop ampun-ampunan dan kemudian nyeri radang sendi di sekujur tubuh. Alhamdulillah, November tengah sudah agak enakan, sehingga saya bisa ke Kuala Lumpur untuk menhadiri pernikahan teman. Meskipun di sana kebanyakan tidur dan istirahatnya, kecuali pas di acara resepsi.
Keuangan dan Pekerjaan
Untuk masalah keuangan, saya tidak beruntung di tahun 2015 ini. Saya tidak bekerja selama tiga semester, tetapi memang saya sudah rencanakan. Karena saya ingin menikmati masa kuliah saya dengan hanya belajar dan belajar. Saya sudah lelah dengan bekerja sambil belajar atau belajar tapi selalu kekurangan uang seperti yang selama ini saya alami sejak masa SD hingga kuliah S1. Tapi ternyata ada pengeluaran lain yang tidak saya sangka-sangka yaitu pengeluaran dirawat di rumah sakit dan urusan XXX itu. Sehingga saya cukup ketar ketir dengan posisi keuangan saya saat ini.
Target saya tahun 2016 ini adalah bekerja di pemantauan pemilu di luar negeri kembali. Mudah-mudahan misi di AF dapat berlangsung, karena saya mendapat kabar bahwa ada teman dari Filipina yang berangkat ke AF mudah-mudahan untuk meng-assess apakah misi jadi dilaksanakan atau tidak.
Sudah tidak ada pemasukan ternyata investasi reksadana saya jebol semua. Pemerintahan Jokowi memang memble dalam urusan ketatanegaraan termasuk keuangan negara, ditambah lagi keadaan keuangan regional yang juga tidak bagus. Semua portofolio saya hancur, dan dengan uang yang tersisa untuk investasi saya belikan dollar, lumayan untuk mempertahankan keadaan kekuangan, bukan untuk mencari keuntungan. Tapi sekarang cadangan dollar sudah saya tukarkan semua karena berbagai kebutuhan.
Saya mulai lagi bisnis online mainan pendidikan saya. Alhamdulillah sudah mulai jalan sedikit-sedikit. Dan dari hasilnya yang alon-alon asal kelakon sudah mampu membelikan saya tiket ke Kuala Lumpur tersebut. Jadi, jualan online memang harus saya harus seriusi di tengah-tengah padatnya membaca bacaan Reading Course dan penulisan tesis.
Organisasi saya yang baru ForDE sudah selesai masalah legalitasnya dan sekarang sedang membuat buku tentang caleg perempuan. Kami juga sedang membuat program kerjasama untuk kunjungan ke DPR dan sejumlah pelatihan pendidikan politik. Semoga bisa berjalan sesuai rencana di tahun 2016 ini.
Asmara
Alhamdulillah di tahun ini saya menemukan seseorang yang cocok dengan saya. Mudah-mudahan dia juga cocok sama saya. Karena saya orang yang keras dan petarung. Hidup saya sulit sejak kecil sehingga saya harus menjadi kuat dengan kemampuan saya sendiri dibantu jaringan pertemanan serta jaringan kerja yang sudah saya buat selama ini.
![]() |
| Kemah Prodem, Agustus 2015 |
Saya bertemu dia di kemah aktivis Prodem di lereng Merapi Jogja Agustus 2015. Lucunya, teman-teman saya adalah teman-teman dia juga yang sudah kami kenal sejak bertahun-tahun. Hanya kami berdua yang baru kenal satu sama lain di saat acara tersebut. Meski demikian, banyak yang harus kami samakan, rencanakan, dan lakukan untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Target tahun depan, tentu saja menikah, kalau kami berjodoh. Mohon doanya, ya.
Selasa, 01 Desember 2015
Etiket gak boleh macet
Belajar tata krama (bahkan) untuk orang tua.
Pagi ini sapu-sapu daun mangga tetangga yg masuk rumah (seperti biasa). Seorang anak tetangga mau pergi sekolah naik sepeda dan harus melewati tempat saya berdiri. Si ibu mengatakan, "Jalannya pelan-pelan, kalau nyenggol nanti disabet sama mbak Pipit."
Saya diam saja dan langsung minggir. Si anakpun lewat ngeloyor tanpa berkata apa-apa.
Kenapa si ibu tidak mengajarkan ke anaknya untuk belajar bilang permisi ketika ada orang yang menghalangi jalannya?
Mungkin ini bisa menjawab kenapa makin lama makin banyak generasi muda yang tidak punya tata krama karena tidak diajarkan sejak kecil. Sulit sekali mengatakan 'permisi', 'tolong', 'terima kasih' dll.
Saya menemukan generasi muda kelas menengah yang menerapkan tata krama seperti itu karena mereka belajar bahasa asing khususnya bahasa Inggris. Bule bilang ini, bule melakukan itu. Kan keren. Okelah, dari mana pun sumber referensinya, yang penting punya tata krama, ettiquette does matter.
Sekarang jaman internet, tapi etiket gak boleh macet. - Oppie Andaresta
Pagi ini sapu-sapu daun mangga tetangga yg masuk rumah (seperti biasa). Seorang anak tetangga mau pergi sekolah naik sepeda dan harus melewati tempat saya berdiri. Si ibu mengatakan, "Jalannya pelan-pelan, kalau nyenggol nanti disabet sama mbak Pipit."
Saya diam saja dan langsung minggir. Si anakpun lewat ngeloyor tanpa berkata apa-apa.
Kenapa si ibu tidak mengajarkan ke anaknya untuk belajar bilang permisi ketika ada orang yang menghalangi jalannya?
Mungkin ini bisa menjawab kenapa makin lama makin banyak generasi muda yang tidak punya tata krama karena tidak diajarkan sejak kecil. Sulit sekali mengatakan 'permisi', 'tolong', 'terima kasih' dll.
Saya menemukan generasi muda kelas menengah yang menerapkan tata krama seperti itu karena mereka belajar bahasa asing khususnya bahasa Inggris. Bule bilang ini, bule melakukan itu. Kan keren. Okelah, dari mana pun sumber referensinya, yang penting punya tata krama, ettiquette does matter.
Sekarang jaman internet, tapi etiket gak boleh macet. - Oppie Andaresta
Label:
etiket,
parenting,
sopan santun,
tata krama
Minggu, 09 Agustus 2015
7 Tips Meningkatkan Konsentrasi saat Menulis
7 Tips Meningkatkan Konsentrasi saat Menulis
Menulis adalah kegiatan yang membutuhkan konsentrasi. Rancangan kalimat yang sudah disusun bisa saja buyar saat ada gangguan dan akhirnya batal ditulis. Mengesalkan, kan? Ada banyak hal yang bisa mengganggu konsentrasi yang kita bangun saat menulis. Faktor tersebut bisa bersumber dari diri sendiri maupun orang lain.
Menjaga dan mengembalikan konsentrasi dalam waktu singkat serta tepat merupakan kemampuan yang harus dikuasai penulis. Sulit berkonsentrasi akan menghambat kemajuan naskah yang kamu kerjakan. Oleh karena itu, untuk menjaga konsentrasimu ada tujuh tip dari Michael Purdy ini yang bisa kamu terapkan.
1. Mengeliminasi gangguan sebelum mulai mengerjakan tulisanmu. Misalnya: email, twitter, HP, TV, dan lain-lain.
2. Selalu proaktif. Jangan menunggu mood datang. Ketika mendapat ide, tulislah. Bawalah catatan ke mana-mana. Jadi, ketika ingin menulis kamu bisa menorehkannya terlebih dahulu di sana.
3. Bangun suasana menulis yang kondusif. Rapikan meja tulismu. Hiasi dindingmu dengan kover buku, penulis, atau kutipan-kutipan favorit yang bisa memotivasimu. Temukan waktu terbaik untuk menulis. Seperti apa tempat atau waktu yang paling menginspirasimu menulis?
4. Buat deadline untuk tulisanmu. Proyek yang ujungnya tidak jelas akan lebih membuatmu lelah. Beri batas waktu pengerjaan naskahmu, tepati, dan selanjutnya kamu bisa pindah ke proyek menulis yang lain.
5. Berolahragalah secara teratur. Meski menulis terlihat sebagai pekerjaan yang tidak memeras keringat, justru di situlah tantangannya. Terlalu lama duduk dan memandang laptop bisa membuat tubuhmu lelah. Melakukan pemanasan sebentar bisa membuatmu duduk lebih nyaman. Berolahraga juga akan menghasilkan tubuh bugar yang bisa bertahan lebih lama ketika menulis.
6. Beri dirimu sendiri hadiah ketika mencapai target tertentu. Adanya hadiah bisa menjadi pemicumu untuk lebih sigap mengerjakan naskah.
7. Berubahlah. Ubah tempatmu menulis. Misalnya jalan-jalan ke sekitar rumah dan menulis di taman. Atau jika kamu biasa mengetik di laptop, cobalah untuk mengetik di buku tulis. Perubahan suasan bisa mengembalikan momen konsentrasimu yang sempat hilang, juga membuka persepsi baru atas cerita yang sedang kamu tulis.
Semoga bermanfaat!
Dari nulisbuku.com
Langganan:
Postingan (Atom)




