Sabtu, 29 Oktober 2011

Pembukaan Acara Forum of Electoral Management Body se-ASEAN

Tanggal 3-5 Oktober 2011 yang lalu, di Jakarta diselenggarakan Forum ASEAN's Electoral Management Body atau Forum Penyelenggara Pemilu se-ASEAN. 

Peserta datang dari berbagai kalangan, mulai dari lembaga penyelenggara pemilu yang di Indonesia adalah KPU (Komite Independen Pemantau Pemilu), 33 perwakilan KPUD se-Indonesia, pemantau pemilu baik lokal maupun internasional, Lembaga think thank yang berkaitan dengan pemilu dari berbagai negara, dll. Saya sendiri hadir mewakili Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia.

Acara dilaksanakan di hotel Borobudur, Jakarta. Sedangkan pembukaan dilaksanakan di Istana Merdeka, Jakarta. Forum ini dibuka oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Ini sebagian foto-foto pembukaan acara tersebut.




Pidato Pembukaan Acara

Saya bersalaman dengan pak SBY




Senin, 17 Oktober 2011

Komik "Farmville's Farmer"

Malam minggu kemarin (15/10/2011) saya jalan-jalan ke Citraland. Pertama sih niatnya untuk creambath, sambil menunggu giliran, saya jalan-jalan ke Gramedia. Siapa tahu ada buku menarik dan inspiratif. 

Di bagian komputer ternyata ada beberapa buku cara buat komik. Saya ambil salah satu, karena ada buku contohnya, maksudnya yang sudah tidak dibungkus plastik.

Baru hari Selasa pagi ada waktu untuk coba-coba isi buku tersebut. Dan inilah hasilnya.

Sengaja bikin dalam bahasa Inggris, karena banyak teman-teman saya berasal dari luar Indonesia. Kedua, sekalian latihan bahasa Inggris untuk go international, he he he. Lagipula, Inggrisnya mudah kok. Ketiga, I love farming in Farmville, he he he. Level saya saat ini sudah 90.

Anyway, membuat komik dan menulis buku adalah salah satu impian masa kecil. Saya suka baca buku, aplagi komik. Komik semacam Punakawan sampai dikoleksi. Komik Kho Ping Kho juga baca, walau boleh minjam-minjam, tapi lupa minjam sama siapa :D.

Rencananya nanti, mau bikin penjelasan tentang pelajaran dan pendidikan politik dengan komik ini. Biar lebih bisa diterima masyarakat.

Kamis, 01 September 2011

Tinta printer macet

Saya punya printer Canon Pixma iP1800 yang diinject tintanya. Maklum deh, saya hobi ngeprint. Karena buat saya lebih nyaman membaca di kertas daripada di layar komputer. Selain itu, karena mengajar, saya harus memprint banyak materi mengajar.

Jadi menggunakan tinta inject merupakan pilihan yang harus diambil. Tintanya murah, cuma Rp 10.000,-/botol dan bisa digunakan untuk memprint hingga 1 rim. Luar biasa, dibanding dengan tinta asli yang harganya di atas seratus ribu.


Jeleknya adalah, tinta ini tidak boleh terkena air, termasuk keringat. Mudah buyar, berbeda dengan tinta asli (pastinya lah ya). Karena itu, jika perlu surat menyurat dan dokumen yang penting, saya menggunakan printer lain yang tidak saya utak atik.

Satu lagi yang bikin jengkel adalah tinta kadang-kadang macet, tidak masuk ke cartridge. Saya sering mengakalinya dengan mengikat selang dengan kuat, baik dengan karet atau penjepit kertas yang besar. Nah, setelah beberapa lama, tinta tidak keluar, maka selangnya saya buka. Begitu juga sebaliknya.

Beberapa hari ini, tinta warna hitam tidak keluar. Padahal saya harus memprint materi untuk mengajar. Meski saya sudah coba  buka tutup karet di selang. Tapi tetap tidak ada hasilnya. Coba-coba googling, banyak yang menyarankan untuk bersihkan head. He he he, saya gak ngerti bagian mana yang disebut head. Walaupun kadang-kadang melihat teman bersih-bersih cartridge tinta pakai tissue.

Saya coba buka tutup printer (saya matikan dulu printernya). Begitu saya lihat, ternyata selang tinta hitam kosong. Pijit-pijit selangnya, tinta hanya maju sedikit. Tanpa sengaja, tutup botol tinta hitam saya buka, dan wussshhh, tinta langsung maju masuk ke dalam cartridge. Jadi ketawa sendiri. Sudah pusing-pusing beberapa hari ini. Tanya sana-sini, sampai googling segala. Solusinya cuma buka tutup botol tinta. (Memang tukang servisnya menganjurkan seperti itu). Alhamdulillah, ibu guru bisa mempersiapkan materi mengajar lagi. Murid pun tersenyum cerah.

Rabu, 17 Agustus 2011

Anting dengan batu mutiara jeruk pink

Ini adalah salah satu koleksi yang juga disukai. Perpaduan antara rangka anting yang terbuat dari logam perak bakar dan batu mutiara jeruk pink. 

Disebut mutiara jeruk, karena meski seperti mutiara, tetapi agak berkerut seperti kulit jeruk kering. Namun, justru disitulah letak keindahan dan keanggunannya. Cocok buat mereka yang ingin tanpil elegan, tapi tidak mau terlalu blink-blink.



Kode : AMJPi-1

Harga Rp 10.000,-/set. Barang dikirim via TIKI JNE setelah uang ditransfer. Pembelian 3 set cukup Rp 25.000,- . Bisa digabung dengan anting dengan harga yang sama dalam blog ini. Hubungi Pipit 0858 1430 8338, 021-3216 4968.

Koleksi anting daun seri 2

Koleksi daun ini sebenarnya hampir sama, cuma bahan logamnya agak berat. Harganya Rp 15.000,-/set. Berbentuk daun mapel, daun khas Canada. Hubungi Pipit 0858 1430 8338, 021 3216 4968. Pengiriman via TIKI JNE.



Kode : DM-1
Kalau untuk wilayah Jakarta ongkirnya Rp 6.000,-. Kalau saya dah kirim bareng, akan di SMS no resinya, jadi teman-teman bisa mentrack paket tsb.

Anting model Daun

Setelah anting dari India terjual habis, maka kami mengeluarkan anting dengan motif daun, made in Indonesia/ Anting terbuat dari bahan semacam logam yang tipis dan ringan, berwarna perak bakar, sehingga kesan yang muncul adalah etnik. Harga Rp 10.000,-/set. Pembelian 3 set menjadi Rp 25.000,-.
  


Kode : DPB-1

Kode : DPB-2

Kode : DPP-1


Kode : DPB-3
Pembelian seperti biasa, barang akan dikirim via TIKI JNE setelah uang ditransfer. Oh ya, di luar ongkir ya. Kalau untuk Jakarta sekarang (2011) ongkos kirimnya Rp 6.000,-.

Kalau saya sudah kirim lewat TIKI, akan diSMS nomor resinya, jadi teman-teman pembeli bisa mengecek dan mentrack nomor resi di webnya TIKI JNE yaitu http://www.jne.co.id/. Sehingga tenang, maklum deh akhir ini banyak online seller bodong.  

Hubungi Pipit 021-3216 4968, 0858 1430 8338.

Minggu, 14 Agustus 2011

Pergi Haji, kenapa tidak?

Labbaik Allahuma Labbaik, kami datang memenuhi panggilan Mu ya Allah.

Kalimat ini selalu bergaung di sanubari setiap muslim untuk memenuhi rukun Islam kelima yaitu pergi berhaji ke Tanah Suci Makkah. Namun, kendala umum yang menghadang umat Islam di Indonesia pada umumnya adalah masalah finansial. ONH berkisar mulai Rp 30 juta di tahun 2011 dan terus naik setiap tahun.


 Tetapi, kalau kita kaji rukun Islam kelima mengenai perintah untuk pergi berhaji selalu diikuti dengan kalimat, "jika mampu"? Artinya Islam tidak memaksa umatnya untuk pergi berhaji, tetapi sekaligus meminta umatnya untuk menjadi mampu secara finansial dan mental, juga cerdas dalam mengatasi masalah ini.

Sama seperti halnya pengeluaran besar dan rutin lainnya, pergi haji pun sebenarnya dapat direncanakan. Paling tidak dari segi keuangan yaitu dengan menabung. Betapapun kecilnya atau besarnya penghasilan kita. Bukan tidak mungkin, orang yang berpenghasilan besar juga tidak mampu menabung apalagi pergi berhaji, jika tidak mampu mengelola keuangannya dengan tepat dan terarah.

Salah satu bank yang menyediakan jasa tabungan haji adalah BNI Syariah. Dimulai dengan setoran awal minimum sebesar Rp 500.000,- selanjutnya nasabah menabung setiap bulannya sesuai dengan kemampuan. Semakin banyak jumlah uang yang disetor per bulan, maka kemungkinan untuk pergi haji pun semakin dekat.

Nasabah tidak perlu khawatir tidak mendapat kursi setelah uangnya cukup untuk membayar ONH. Karena BNI Syariah telah bergabung dalam SISKOHAT (Sistem Koordinasi Haji Terpadu). Dengan sistem ini, nasabah sekaligus calon jamaah haji mendapat kepastian kursi dari Departemen Agama ketika jumlah tabungannya sudah memenuhi persyaratan.


Tabungan Haji BNI Syariah dikelola secara aman dan bersih sesuai syariah. Lagipula, tabungan haji BNI Syariah bebas dari biaya administrasi, sehingga tabungan tidak akan berkurang akibat biaya administrasi. Bahkan ada kemungkinan, tabungan akan bertambah karena BNI Syariah menawarkan bagi hasil yang menarik. Tabungan ini juga memasukkan asuransi kecelakaan dan kematian.

Pembukaan dan penyetoran juga mudah dilakukan, karena BNI Syariah memiliki 54 outlet dan didukung oleh lebih dari 600 cabang Bank BNI di seluruh Indonesia. Jika nasabah tidak menemukan outlet BNI Syariah, nasabah bisa mengunjungi bank BNI terdekat. Karena BNI Syariah berinduk pada bank yang sama dan menggunakan jaringan yang sama. Namun, pengelolaan keuangan dilakukan secara terpisah.

Dan ketika menyetor bulanan, nasabah juga tidak perlu datang ke outlet atau kantor BNI Syariah. Jika memiliki rekening di Bank BNI Syariah, nasabah bisa membayarnya dengan cara autodebet dan semua transaksi dilakukan secara online.

Pembukaan rekening juga tidak rumit. Nasabah cukup menyerahkan fotokopi identitas diri seperti KTP atau Paspor. Kemudian mengisi formulir KYC (Know Your Customer) dan penandatangan bagi hasil nisbah.

Dengan demikian, ayo mulai menabung untuk pergi haji. Tak ada yang tak mungkin. Labbaik Allahumma Labbaik.